Posted by: Rakhmi Budi Fathonah on: September 30, 2009
Kadang hidup itu tidak bisa dirasio…
Pun juga tindakan yang telah, sedang dan akan kita lakukan. Alasannya :pengen aja…
Tapi kalau kita sadar, sebenarnya mungkin tidak hanya karena itu, tapi mungkin karena nurani atau insting kita yang memerintahkan kita untuk melakukan hal tersebut.
Masalahnya adalah apakah nurani kita itu sedang dalam kondisi fitrahnya, atau lagi ‘buthek’ karena banyak hal yang telah mengotorinya.
Andaikan bisa berwujud sesuatu yang nyata, dialah yang pasti menjadi teman terbaik, terdekat, dan terpercaya dari kita.
Namun sayang, banyak di antara kita yang mengabaikannya.
Entah karena kita yang kurang menyadari, atau karena dia tenggelam dan tak berdaya karena kalah dengan rasio serta kepicikan kita.
Posted by: Rakhmi Budi Fathonah on: Februari 9, 2009
Sepertinya sudah lama aku gak mudik pake kendaraan umum yang bernama bis.
Yah, biasanya aku memang sering mudik pake motor( habis enak sih : ‘isis-isis tur semriwing’, trus anti macet, ngirit, trus bisa dialog sama diri sendiri pula). Ternyata naik bis itu masih tetep aja crowded, padahal sudah ancang2 dari teminal bungurasih naik bis ‘SK’, milih yang masih kosong, biar bisa duduk depan, mau liat pemandangan gitu. Lha koq lama kelamaan pemandangan yang bisa kulihat hanya pantat2 orang plus tas2 gede dan gak ketinggalan bau2 aneh, and kepala yang ke’jedot2′. Wuih, suangar itu bis dari yang ketika kunaiki kosong, jadi bener2 full dah, sampe2 mungkin kalo ada seorang penumpang berdiri yang semaput, mungkin semaput sambil berdiri, heheheehe…
Itu aku masih beruntung, la wong aku masih duduk, tapi kejadian yang barusan aku alami tadi bener-bener ngeselin. Sejak naik sampe hampir turun aku berdiri, dan bener2 full, sepertinya manusia itu hanya dihargai bagai kambing. Bener2 kelewatan deh.
Tapi akhirnya alhamdulillah, aku dah nyampe, dah rapi & dah kerja lagi….
Posted by: Rakhmi Budi Fathonah on: Februari 9, 2009
Yang enak2 ya memang mudik.... Yang asyik2 ketemu teman.... Asyiknya mudik ketemu teman.... Mak, aku pulang mak....
Hehee lagu ini emang lagu yang lumayan lama, dipopulerin project-p . Lucu dech.
Tapi mang mudik itu asyik koq, kalau kita enjoy,
Mau mudik naik sepeda motor, mudik pake bis, ato pake kereta sih asyik2 aja, bagiku :
1. Mudik pake motor.
Keuntungan : anti macet, isis, bisa ngobrol ama diri sendiri ( gila kale ), trus juga di rumah bisa puter2 kliling kota
Kerugian : capek bin pegel
2. Mudik pake bis (ekonomi).
Keuntungan : bisa turun depan rumah … pas (nyebrang doang), lumayan irit (males nyemil di bis), bisa balik senin dini hari (so puas bgt dirumah, krn lama)
Kerugian : Aq kan suka mual2, so yach takut mabuk, gitu. Trus sopir2 bis itu pada kelewat ugal2an, bisa tamat aku.
3. Naik kereta (juga kelas ekonomi)
kelebihan : nyante, bisa jadi ajang wisata kuliner (he3x kita2 kan suka incip2 makanan & d kreta tu bersliweran lah penjaja makanan)
kekurangan : suka penuh juga, trus banyak brentinya (maklum klas ekonomi
), juga jauh dari rumah so ya harus naik angkutan 2 kali atau naik taksi buat nyampe rumah
Bagaimanapun, memang itu kan sudah jadi konsekuensinya orang irit, tapi ya memang aku malas ngluarin uang buat hal2 yang menurutku gak begitu penting, yaitu kenyamanan.
Aslinya sih tentu bisa dung naik klas bisnis or malah eksekutif, atau naik bis patas kelas vip atau travel antar-jemput. Tapi ya sekali lagi menurutku itu gak terlalu penting. Toh, sebenarnya suasana di luar ya sama aja, cumamungkin feel kita yang beda. Alhamdulillah, aku suka view sepanjang Madiun-Surabaya.
Posted by: Rakhmi Budi Fathonah on: Februari 2, 2009
Apabila kita diberi 2 kesempatan, terkadang kita harus memilih sesuatu, karena ada banyak kemungkinan.
Di antara kemungkinan itu :
1.Kita dapat ke-duanya
2 .Kita dapat yang pertama saja
3 Kita dapat yang kedua saja
atau malah
4 Kita tidak dapat dua-duanya ………
menyedihkan kalau begitu
Jadi teringat sama kisah si Lebai malang (nih kisah ada di buku pelajaran bahasa indonesia pas aku sd).
Tapi apabila kesempatan atau pilihan satu akan meniadakan pilihan yang lain, maka…
menurutku……
tetep aja lebih baik dapat keduanya, walaupun kadang kita harus mengorbankan hal lain
Hiks….